Bad Habbit: Menunda Pekerjaan

http://3.bp.blogspot.com/-j0W9l0aaSnA/U5CA5-JWj7I/AAAAAAAABGs/d5FJA60AsNU/s1600/Tipe+waktu+kau.jpg

Tiap hari ada saja pekerjaan yang harus saya kerjakan, baik di rumah ataupun di sekolah. Namun, sering sekali saya menunda-nunda pekerjaan tersebut.
Karen saya mempunyai prinsip, kalo semua di kerjain sekarang besok mau ngapain. Ini seperti bom waktu, yang pada waktunya pasti akan meledak.

Sulit sekali bagi saya untuk mengerjakan semua pekerjaan pas pada waktunya (selesai). Sudah menjadi hobi mengerjakan pekerjaan ini pas deadline, kare bagi saya adrenalin nya itu beda banget. haha

Saya paham sekali kalau ini kebiasaan buruk (banget) seperti dalam kata mutiara bahasa arab. al waktu kassaif. waktu bagaikan pedang, jika kamu tidak memotongnya/menggunakannya, maka kamu yg akan terpotong..

Sering saya terhunus oleh pedang saya sendiri, dan rasanya sakit banget. Andai waktu dapat di ulang. Saya akan memperbaiki kesalahan-kesalahan di masa lalu.

Tiap minggu, saya sering merenung. Untuk meng evaluasi kesalahan-kesalahan. Dan memperbaikinya di masa yang akan datang. Namun itu hanya wacana, entah kenapa saya sering jatuh pada lubang yang sama.

Sinar Mentari Yang Aku Dusta-kan

Tiap hari Minggu adalah (harusnya) waktu nya istirahat. Namun kebiasaan buruk saya membuat hari Minggu adalah hari mengerjakan tugas. Beberapa bulan belakang, project film bahasa Indonesia membuat saya tidak beristirahat di hari Minggu yang selalu cerah. Seminggu full mengerjakan tugas, namun hasil nya kurang memuaskan. Tapi tak apalah, namnya juga belajar.

Huffft… akhirnya beres Semua tumpukan tugas, sekarang hari Minggu itu Full dipake istirahat. Kadang bermain bersama teman-teman, atau hanya di kasur dengan jeratannya yang sangat kuat.

Minggu pagi dipakai kebanyakan orang untuk ber olahraga. karena cuaca nya nan bersahabat. Namun berbeda dengan saya, akhir-akhir ini tiap Minggu pagi saya hampir tak melihat sinar Mentari yang menyejuk-kan. Berdiam diri di depan sinar laptop, sambil berbaring mendengarkan musik dari Mocca.

Membuat beberapa wacana dan meng-evaluasi apa yang saya lakukan seminggu ke belakang, untuk saya perbaiki di minggu selanjutnya.

Saya keluar kandang hanya untuk berkumpul bersama jamaah jomblokiyah, menikmati Internet Highspeed di Wifi Corner. Namun sayang, Mentari tak bersinar layaknya di pagi hari. Cuaca siang atau sore hari, sering tak bersahabat akhir-akhir ini.

Mimpi yang (sering) Menjadi Kenyataan

Tadi siang, sehabis jumatan saya langsung tidur karena rasanya capek sekali. Padahal, ada jadwal eskul (katanya) wajib yaitu pramuka. Haha
Entah kenapa, di kasur itu medan magnet nya lebih kuat di banding ke sekolah.

Singkat cerita saya tidur, seperti biasa saya bermimpi pada saat itu. Mimpi nya aneh banget, waktu itu saya tahu kalau saya sedang bermimpi dan berusaha bangun. Aneh banget…

Keanehan kedua adalah, saya berjumpa dengan teman yang jarang sekali bertemu (padahal rumah deket) entah kenapa. Kemarin nya, dia menghubungi saya mau meminta game pc. Pada mimpi itu saya ingat, mungkin dia mau menagih game yang dia minta, pikir ku. Namun bukan itu yang dia bicarakan pada mimpi saya, dia hanya membantu saya untuk bangun. Aneh lagi…

Skip… Pas adzan Ashar saya terbangun. Kemudian mencoba mengingat mimpi saya, namun yang teringat hanya barusan yang saya ceritakan di atas.
Dan ketika saya akan melaksanakan ibadah sholat Ashar, teman saya yang saya jumpa di mimpi datang kerumah… persis apa yang saya pikirkan dalam mimpi.
Dia menanggih game yang dia minta. Ya, aneh lagi…

Entah apa yang saya alami, namun ini bukan pertama kalinya saya alami. Ada beberapa (bahkan sering) mimpi saya menjadi kenyataan

Struktur Teks & Kaidah Kebahasaan Mengulas Film

Tadi pagi di sekolah pelajaran Bahasa Indonesia, dan materinya adalah Mengulas serta Kritik Film & Drama. Saya tulis rangkumannya, dan berpikir untuk share disni saja. (kebetulan saya banyak blog) hehe
Mohon maaf, apabila ada kesalahan silahkan di koreksi. Terima Kasih 🙂

Struktur teks uraian

  • Orientasi
  • Tafsiran
  • Evaluasi
  • Rangkuman

Kaidah Kebahasaan:

Kata Dasar

Adalah kata yang belum diberi imbuhan.

  • Awalan (Prefiks)
    Contoh: Me- (n), Pe-(n)
  • Akhiran (Surfiks)
    Contoh: -i, -kan, -an
  • Sisipan (infiks)
    Conroh: -em, -el, -et
  • Awalan Akhiran (Konfiks)

Imbuhan Serapan

  • Ekstra, Pasca, Intra-, a-, ab-, infra
  •  
  • -or, -man, -us, -is, isme, isasi

Imbuhan Kata Benda (Nomina)

  • -an
  • pe-
  • -or
  • -us
  • -is
  • -man

Imbuhan Kata Kerja (Verba)

  • Me- (n)
  • ber-
  • ter-

Imbuhan Kata Sifat

  • Se-
  • Ter-

Pronomina

  • Orang ke satu
         (Tunggal) Saya, Aku (Jamak) Kami, Kita
  • Orang ke dua
         (Tunggal) Kamu, Kau, Engkau, Dikau (Jamak) Kalian
  • Orang ke tiga
         (Tunggal) Dia, -nya, ia (Jamak) Mereka

Antonim Dan Sinonim

  • Contoh Hitam x Putih

Kata Umum Dan Kata Khusus

Kalimat Aktif Dan Pasif

Bad Habbit: Merendahkan Kemampuan Orang

Disekolah, suasana hening itu mahal banget. Tiap hari ribut, tapi entah mengapa saya merasa nyaman. Kalau hening, beda banget rasanya.
Pasti lain soal kalau di pandangan para guru haha…. 😀
Apalagi momen yang paling saya suka itu pas pembagian kelompok. Saya sering di perebutkan pas pelajaran produktif (sombong) 🙂
Like a boss!! haha

Tapi yang tidak saya suka dengan anak-anak dikelas adalah, sering merendahkan teman sekelompok. Ngatain syuram ke anggota kelompoknya sendiri, walaupun maksudnya becanda… tetap saja menurut saya engga baik.
Itu sama saja merendahkan kemampuan orang.

Menurut saya, masing-masing individu itu pintar… Dibidang nya masing-masing.
Misal, Gerry. Kalau ada yang kebagian kelompok pelajaran Matematika dengan tuh orang, pasti dikatain syuram. Memang dia engga jago di bidang Matematika… Tapi dia sangat mahir dibidang Musik. Kondisinya akan kebalik, kalau pas pelajaran Kesenian (musik) kebagian kelompok sama Gerry… Pasti engga akan dikatain syuram.

Jadi intinya, jangan merendahkan kemampuan seseorang… Karena masing-masing individu itu pintar (pada bidangnya masing-masing)

Generasi Idiot

Anda tidak perlu menyukai ini.
Apa yang Anda habiskan sebagian besar diri Anda pada? Di mana sebagian besar gairah hidup Anda? Apa yang anda Investasikan sebagian besar perhatian Anda, energi, dan gagasan?

Mungkin Anda tidak bisa mengubah dunia. Itu benar. Tidak semua kita bisa, dan tidak semua dari kita harus mencoba. Tapi Anda bisa … menjadi manusia berguna. Saya menyarankan bahwa membuang-buang hidup Anda pada omong kosong adalah … yang terbesar dari semua omong kosong.
Jika semua hidup Anda sebesar adalah mengejar Selfie terbaik,Nilai tertinggi, hanya untuk mendapat pujian palsu dari teman-teman anda – selamat! Anda seorang anggota yang bangga Generasi Idiot.

Dunia benar-benar berantakan. Kami akan beruntung jika dekade ini tidak berakhir dalam bencana besar.
Pergi ke pelukan dunia digital dari kekasih yang paling indah yang pernah ada? Salah satu yang pernah menantang Anda, yang takut Anda, atau menyakiti Anda? Salah satu yang memberitahu Anda “cinta” menjadi apapun yang anda inginkan – asalkan itu adalah “profile”, sebuah “avatar”, sebuah “pilihan” dari menu dropdown.
Yang setiap hari mengcuapkan “Selamat Pagi, Selamat Siang, Selamat, Sore, Selamat Malam” bahkan saat sebelum tidur pun?
Apakah tidak ada hal yang berguna lain nya selain, memenuhi beranda dengan cumbuan kalian? Apakah kami perlu melihat kalian saat bercinta?
Itu adalah sesuatu yang terbuat dari … omong kosong

Anda harus belajar untuk mencintai diri sebagai orang-orang yang manusia normal lakukan. Untuk membuat sebagian besar dengan sendiri, dan hidup yang luar biasa. Menjadikan anda lebih produktif
Pada saat ini. Di tempat Anda berdiri. Tidak di dalam layar, sebagai mesin, sebuah program, instruksi, profil, palsu, gambar. Sebuah berdaya, kurang dari hal manusia … yang … hanya dieksekusi, disimpan, dilakukan … diproses.
Semua itu Hanya saja suara dalam sinyal. Dari apa? Hidup.
Bayangkan jika saya mengambil gambar dari diri sendiri, tersenyum malu-malu – sementara dunia terbakar sampai ke bara di belakang saya. Ini akan menjadi Selfie yang sempurna. Semua orang akan tahu betapa kerennya aku.

Tapi apakah itu layak? Bahkan selfie paling sempurna di dunia hanya akan menjadi kebisingan, Dalam sinyal.
Ini akan membuat saya lebih dekat dengan kehidupan yang luar biasa.
Ini adalah tantangan setiap orang. Untuk memiliki keberanian untuk menjadi sinyal. Mercusuar. Api. Percikan. Tidak hanya untuk mengurangi diri seseorang terhadap kebisingan. Kesia-siaan, terlupakan, kekosongan … kesia … kekosongan … kesalahan di akhir dunia …

Melarikan diri tidak akan membawa Anda selangkah lebih dekat dengan kehidupan Anda dimaksudkan untuk hidup. Tidak sakit langkah. Hanya keberanian bisa. Itulah apa yang selalu diambil untuk hidup. Untuk hidup bukan hanya diberikan, atau diambil. Hal ini diperoleh. Dengan air mata dan keringat, penderitaan dan kesedihan, heran dan keindahan, ketekunan dan kasih karunia. Dan juga bisa terbuang.
Jangan menyia-nyiakan hidup Anda. Hidup yang luar biasa.

Karena semua ingin nomor satu

Guru saya selalu bilang… Kalau kita harus selalu menjadi nomor satu…harus selalu menjadi yang terbaik. Haram hukumnya kalo jadi nomor dua.
Bingung… Kalo semua jadi nomor satu nomor dua dan seterusnya siapa dong?
Karena manusia itu ga sama… Kemampuan masing-masing individu itu gak bisa di pukul rata. Roda berputar kadang di bawah kadang juga di atas.
Jadi orang nomor satu itu baik, tapi saya lebih suka menjadi orang di balik layar… Hihi
Saya pernah malah sering menjadi nomor satu… Rasanya sama aja, ga ada bedanya… Jadi buat orang yang pernah merasakan nomor satu, giliran yah… Hihi