Sinar Mentari Yang Aku Dusta-kan

Tiap hari Minggu adalah (harusnya) waktu nya istirahat. Namun kebiasaan buruk saya membuat hari Minggu adalah hari mengerjakan tugas. Beberapa bulan belakang, project film bahasa Indonesia membuat saya tidak beristirahat di hari Minggu yang selalu cerah. Seminggu full mengerjakan tugas, namun hasil nya kurang memuaskan. Tapi tak apalah, namnya juga belajar.

Huffft… akhirnya beres Semua tumpukan tugas, sekarang hari Minggu itu Full dipake istirahat. Kadang bermain bersama teman-teman, atau hanya di kasur dengan jeratannya yang sangat kuat.

Minggu pagi dipakai kebanyakan orang untuk ber olahraga. karena cuaca nya nan bersahabat. Namun berbeda dengan saya, akhir-akhir ini tiap Minggu pagi saya hampir tak melihat sinar Mentari yang menyejuk-kan. Berdiam diri di depan sinar laptop, sambil berbaring mendengarkan musik dari Mocca.

Membuat beberapa wacana dan meng-evaluasi apa yang saya lakukan seminggu ke belakang, untuk saya perbaiki di minggu selanjutnya.

Saya keluar kandang hanya untuk berkumpul bersama jamaah jomblokiyah, menikmati Internet Highspeed di Wifi Corner. Namun sayang, Mentari tak bersinar layaknya di pagi hari. Cuaca siang atau sore hari, sering tak bersahabat akhir-akhir ini.

Advertisements

2 thoughts on “Sinar Mentari Yang Aku Dusta-kan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s