Materi buat besok UAS B.Indonesia

Teks Cerita Sejarah

Struktur Teks Cerita Sejarah
Struktur teks merupakan gambaran cara teks tersebut dibangun. Tahukah kalian bahwa teks cerita sejarah disusun dengan struktur teks orientasi cerita sejarah diikuti oleh urutan peristiwa dan diikuti oleh reorientasi? Silahkan lihat dibawah ini agar dapat lebih mudah dipahami.

  1. Orientasi, merupakan bagian pengenalan atau pembuka dari teks cerita sejarah.
  2. Urutan Peristiwa, merupakan rekaman peristiwa sejarah yang terjadi, yang biasanya disampaikan dalam urutan kronologis.
  3. Reorientasi, berisi komentar pribadi penulis tentang peristiwa atau kejadian sejarah yang diceritakan. Bagian ini merupakan tahapan yang bersifat pilihan, artinya boleh saja bagian ini tidak disajikan oleh penulis teks cerita sejarah.
Kaidah Kebahasaan Teks Cerita Sejarah
Ciri kebahasaan teks cerita sejarah ditandai dengan adanya pronomina atau kata ganti, kata-kata yang menunjukan kejadian atau peristiwa, adanya kata kerja (verba) material, dan konjungsi (kata penghubung) temporal. Untuk lebih jelasnya bisa sobat lihat dibawah ini.
  1. Pronomina (kata ganti), merupakan kata yang digunakan untuk menggantikan benda dan menamai seseorang atau sesuatu secara tidak langsung.
  2. Frasa adverbial, meupakan kata yang menunjukan kejadian atau peristiwa, waktu, dan tempat.
  3. Verba material, merupakan kata yang berfungsi untuk menunjukan aktivitas atau perbuatan nyata yang dilakukan oleh partisipan. Kata kerja material menunjukan perbuatan fisik atau peristiwa, misalnya membaca, menulis, dan menyapu.
  4. Konjungsi Temporal (kata sambung waktu), berguna untuk menata urutan-urutan peristiwa yang diceritakan, teks cerita sejarah banya memanfaatkan konjungsi (kata penghubung) temporal.

Teks Berita

Pengertian teks berita
Teks berita merupakan teks yang berisi tentang segala yang terjadi di dunia yang ditulis di media cetak, disiarkan di radio, ditayangkan di televisi, atau diunggah di situs. Berita berisi fakta, tetapi tidak semua fakta diangkat menjadi berita.

struktur teks berita

Struktur Teks Berita
Struktur teks merupakan gambaran cara teks tersebut dibangun. Tahukah kalian bahwa teks berita disusun dengan struktur teks peristiwa berita diikuti oleh latar belakang peristiwa dan diikuti oleh sumber berita? Untuk lebih mudahnya bisa dilihat dibawah.

  1. Orientasi berita, merupakan pembuka tentang hal yang akan diberitakan.
  2. Peristiwa, merupakan tahap inti dari berita. Pada tahap ini berita dinarasikan sedemikian rupa hingga tersaji beberapa fakta yang dimunculkan kemudian.
  3. Sumber Berita, sumber berita tidak selalu berada di akhir berita, ia bisa berada di dalam berita itu sendiri.
Kaidah kebahasaan teks berita
Ciri kebahasaan teks berita adalah adanya keterangan, verba transitif, dan verba pewarta.
Pengertian Verba Pewarta
Verba pewarta adalah kata yang digunakan untuk mengindikasikan suatu percakapan. Verba pewarta ini adalah salah satu ciri kebahasaan yang ada pada teks berita.
Pengertian Verba Transitif
Verba transitif adalah verba yang memerlukan dua nomina, satu sebagai subjek dan satu lagi sebagai objek dalam kalimat aktif. Objek itu dapat berfungsi sebagai subjek dalam kalimat pasif.
Contoh Verba Pewarta
Berikut akan saya berikan beberapa contoh verba pewarta yang akan saya lengkapi dengan kalimatnya agar sobat bisa lebih memahami apa itu verba pewarta.
  1. Mengatakan : Dalam tayangan televisi di Iran, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan bahwa pertemuan di Geneva, Swiss, itu juga membahas sanksi yang telah merusak ekonomi negara yang sangat bergantung pada minyak tersebut.
  2. Memaparkan : Pemerintah memaparkan bahwa nilai rupiah terhadap dollar akan semakin menguat.
  3. Memberitakan : Banyak sekali media yang memberitakan peristiwa terjadinya kecelakaan di Mina, Arab Saudi ketika sedang pelaksanaan ibadah haji.
Contoh Verba Transitif
  1. Akan memulai : Sejumlah pejabat Iran, Amerika Serikat, dan Uni Eropa, Senin (9/6),akan memulai pembicaraan bersama selama dua hari tentang program nuklir Iran.
  2. Menuduh, menabrak :  Pejabat Kementerian Luar Negeri Tiongkok menuduh kapal-kapal asal Vietnam telah lebih dari 1.400 kali menabrak kapal-kapal Tiongkok di dekat lokasi anjungan pengeboran minyak yang kontroversial di Laut Tiongkok Selatan.

Campur Kode

Campur kode adalah penggunaan satuan bahasa dari satu bahasa ke bahasa lain untuk memperluas gaya bahasa atau ragam bahasa. Yang termasuk di dalamnya adalah pemakaian kata, klausa, idiom, sapaan, dsb. Campur kode adalah proses yang sama yang digunakan untuk membuat bahasa pidgin, tetapi perbedaannya adalah bahasa pidgin diciptakan di dalam kelompok-kelompok yang tidak menggunakan satu bahasa yang sama, sedangkan campur kode terjadi ketika para penutur multilingual menggunakan satu bahasa yang sama atau lebih.

 Jenis – Jenis Campur Kode

Berdasarkan unsur-unsur kebahasaan yang terlibat di dalamnya, Suwito (1996: 92) membedakan campur kode menjadi beberapa macam antara lain.
1. Penyisipan unsur-unsur yang berwujud kata
Kata merupakan unsur terkecil dalam pembentukan kalimat yang sangat penting peranannya dalam tata bahasa, yang dimaksud kata adalah satuan bahasa yang berdiri sendiri, terdiri dari morfem tunggal atau gabungan morfem.
Contoh :
“Mangka sering kali sok kata-kata seolah-olah bahasa daerah itu kurang penting”. (“Padahal sering kali ada kata-kata seolah-olah bahasa daerah itu kurang penting”). “Padahal sering kali ada anggapan bahwa bahasa daerah itu kurang penting”
2. Penyisipan unsur-unsur yang berujud frasa
Frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang sifatnya tidak prediktif, gabungan itu dapat rapat dan dapat renggang (Harimurti, 2001: 59).
Contoh :
“Nah karena saya sudah kadhung apik sama dia ya tak teken”. (“Nah karena saya sudah terlanjur baik dengan dia, ya saya tanda tangan”). “Nah karena saya sudah benar-benar baik dengan dia, maka saya tanda tangani”.
3. Penyisipan unsur-unsur yang berwujud bentuk baster
Baster merupakan hasil perpaduan dua unsur bahasa yang berbeda membentuk satu makna (Harimurti, 1993: 92)
Contoh:
Banyak klap malam yang harus ditutup. Hendaknya segera diadakan hutanisasi kembali.
4. Penyisipan unsur-unsur yang berwujud perulangan kata
Perulangan kata merupakan kata yang terjadi sebagai akibat dari reduplikasi.
Contoh:
Sudah waktunya kita menghindari backing-backing dan klik-klikan. Saya sih boleh-boleh saja, asal tidak tanya-tanya lagi.
5. Penyisipan unsur-unsur yang berwujud ungkapan atau idiom
Idiom merupakan konstruksi dari unsur-unsur yang saling memilih, masing-masing anggota mempunyai makna yang ada hanya karena bersama yang lain atau dengan pengertian lain idiom merupakan konstruksi yang maknanya tidak sama dengan gabungan makna anggota-anggotanya.
Contoh:
Pada waktu ini hendaknya kita hindari cara bekerja alon-alon asal kelakon (perlahan-lahan asal dapat berjalan). Yah apa boleh buat, better laat dan noit (lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali).
6. Penyisipan unsur-unsur yang berwujud klausa
Harimurti (2001: 110) mendefinisikan klausa sebagai satuan gramatikal yang berupa kelompok kata yang sekurang-kurangnya terdiri dari subjek dan predikat serta mempunyai potensi untuk menjadi kalimat.
Contoh:
Pemimpin yang bijaksana akan selalu bertindak ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani (di depan memberi teladan, di tengah mendorong semangat, di belakang mengawasi).

C. Contoh Campur Kode

Ketika berlari pagi melewati hanggar pesawat latih di kompleks pendidikan penerbangan, saya berpapasan dengan mekanik.
Tanya : “Ngapain pagi-pagi udah disini?”
Jawab : “Pesawatnya perlu di run-up, diinspeksi, dicek oli, busi. Leading gear terbuka.
Potongan singkat percakapan diatas menunjukan bahwa terdapat campur kode dalam kalimat-kalimat jawaban yang diberikan oleh mekanik. Apakah mekanik-mekanik ini ingin menampilkan diri sebagai kelompok masyarakat elite, lebih tinggi dari rekan-rekan sekampungnya? Agaknya kalimat-kalimat campur kode tersebut sudah merupakan gaya berbahasa sehari-hari di antara sesama mekanik di lingkungan kerja seperti di hanggar pesawat. Penggunaan campur kode ini didorong oleh keterpaksaan. Konsep seperti “run-up”, inspection (inspeksi), leading gear” seakan-akan tidak ada padanannya dalam bahasa Indonesia. Untuk diketahui, run-up berarti pemanasan mesin pesawat tebang mengikuti prosedur tertentu yang telah ditetapkan. Diinspeksi sama dengan mengadakan pemeriksaan terhadap pesawat terbang yang akan dioperasikan sesuai dengan ketentuan yang dipersyaratkan. Landing gear bukan sekedar roda tetapi alat pendarat pada pesawat tebang, termasuk roda dan ponton (yang khusus dirancang untuk pesawat amfibi).
Ciri khas berbahasa dibidang penerbangan adalah antara lain singkat, jelas, dan tidak berdwimakna. Oleh karena itu penggunaan campur bahasa Inggris dalam berbahasa Indonesia seperti pada contoh percakapan di atas mengacu pada prinsip berbahasa yang singkat, jelas dan tidak berdwimakna, walaupun mekanik itu tidak menyadarinya. Konsep-konsep asing dipungut dari bahasa asal teknologi penerbangan, yang bila dipindahkan ke dalam bahasa Indonesia dapat menjadi frase atau kalimat yang panjang, kurang jelas dan mungkin bermakna ganda.
Penyebab campur kode demikian adalah suatu keterpaksaan tekhnologis. Dapat dikatakan semacam pemenuhan kebutuhan mendesak (need filling motive). Campur kode karena keterpaksaan teknologi tidak hanya didapati di lingkungan penerbangan, tetapi juga bidang-bidang lainnya seperti perdagangan, perikanan, industri, pelayaran dan sebagainya.
Berbeda dengan campur kode karena keterpaksaan teknologis, kasus penggunaan campur bahasa Indonesia dan Belanda di zaman orde lama atau zaman sebelum kemerdekaan Republik Indonesia cenderung dimotivasi oleh usaha para penuturnya menunjukan status keterpelajarannya. Campur kode jenis ini pada umunya hanya terjadi pada situasi berbahasa tidak resmi, dan didorong oleh motif prestise (prestige filling motive).
Sumber:
materikelas.com
Wikipedia
1sajak.blogspot.co.id
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s