Kopi Malam

Biasanya sebelum dan sesudah shalat tarawih minum kopi dulu di warung pak Amin, kira-kira sudah seminggu sih nongkrong disana, sebelum bulan Ramadhan dan sampai malam ini. Alasan minum kopi dulu adalah supaya mata terjaga dari ngantuk, soalnya tiap malam surat 1 juz dan sekarang sudah malam ke 6 (cmiiw), mudahan istiqomah sampe beres.

Tapi malam sekarang ada sebuah percakapan yang jleb banget hihi, kira-kira begini.

Pak Amin: Nyalira wae jang, teu kawas nu sanes, nyandak rombongan.
Saya: Ah, nyalira we pak, hehe.
Pak Amin: Teu gaduh rerencangan?
Saya: *diam, langsung seruput kopi

Setiap pertemuan pasti ada perpisahan, ini mungkin yang saya sedang alami, masa transisi untuk mulai berkawan dengan orang baru, tak mudah memang. Karena mereka (teman lama) sudah mempunyai kesibukannya masing-masing, yang mungkin tidak bisa dipaksakan untuk selalu berkumpul bersama.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s