Bangkit dari Keterpurukan

Catatan ini sih sebenernya lebih ke cara menanggapi kegagalan, lebih tepatnya kecewa.

dddddd

Kamu tau gak? dengan sadar, cepat atau lambat ini (kegagalan) pasti terjadi. Everything is going to go wrong. Saya tau, karena pernah melihat kondisi seperti ini berulang kali. Merasakannya juga, lagi dan lagi. emang sih, agak bego. Tapi, yasudahlah.

Ketika ini akan terjadi, harusnya saya sudah siap untuk menghadapi segala kemungkinan yang terburuk, si doi pergi misalkan atau harapan tak sesuai ekspetasi. ya! karena tidak siap, kemudian kecewa. Padahal sudah tau, hal yang kaya begini bakal terjadi. Karena apa? nyaman, mungkin. Think!

Kenapa?

Ini gak fair kalo hanya nyalahin diri sendiri atau kalo sampe harus angkat tangan kemudian lambaikan ke kamera, fuck I’m done with this shit!

Tidak akan membantu sama sekali, nyalahin si dia? nyalahin orang ketiga antara kamu dan dia? nyalahin temen atau sampe anjing babi semua isi kebun binatang pun disalahkan, heuheu.

Yang harus dilakukan adalah, merenung… renungkan apa yang sebenarnya terjadi, bagaimana masalah ini bisa muncul, cari solusi.

Meluangkan waktu untuk memulihkan dirimu yang sakit

Mungkin sebagian orang untuk memulihkan hati yang kecewa karena kegagalan atau mungkin cinta atau apalah itu saya gak peduli, adalah pergi liburan… jangan dibawa liburan juga masalahnya, tinggalkan. Tidak ada salahnya, layak!

Jadi intinya adalah kamu harus jauh-jauh kemudian jaga jarak dari semua hal yang telah membuatmu kecewa, untuk memulihkan dari… yaudahlah, pasti sakit… kalo sampe lupa sih, baguslah!

Dalam tahap pemulihan ini, banyak sekali hal yang dikorbankan… contoh: Semua project yang sedang dikerjakan terpaksa ditinggal, atau bahkan gak diteruskan. Sedang dalam belajar sesuatu yang baru, yang mulai disenangi… kemudian jadi hoream alias malas.

Minta bantuan

saya, kamu, kalian adalah mahluk sosial.

Hubungi teman atau kerabat terdekatmu, ceritakan semua keluh kesah, mintalah pendapatnya… kira-kira begitu sih.

Ketika sedang kecewa, kamu akan merasa sendirian, kesepian, and It’s sucks men! you’ve to fight!

Coba lagi

X: eh, koq kamu buang-buang waktu sih, cuman buat mikirin dia?

Y: dulu Thomas Alva Edison juga sering disebut buang-buang waktu untuk pekerjaan yang sia-sia. (talijiwo)

 

 

Advertisements

5 thoughts on “Bangkit dari Keterpurukan

  1. kadang mah ngeluangin waktu buat nyembuhin sakit malah jatohnya zona nyaman dan akhirnya jadi sendirian sendiriann sendiriannnnnnnnn :v “squidward

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s